NUR SYAHRAINI
25210149
1EB17
BAB I
SISTEM EKONOMI INDONESIA
A. PENGERTIAN SISTEM EKONOMI
Menurut Dumairy (1996), sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dan suatu tatanan kehidupan. Sedangkan menurut Sheridan (1998), sistem ekonomi dianggap sebagai cara manusia melakukan kegiatan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan atau memberikan kepuasan pibadinya.
Menurut Sanusi ada tujuh elemen penting dari sistem ekonomi:
1. Lembaga-lembaga/pranata-pranata ekonomi
2. Sumber daya ekonomi
3. Faktor-faktor produksi
4. lingkungan ekonomi
5. Organisasi dan Manajemen
6. Motivasi dan perilaku pengambilan keputusan atau pemain dalam sistem itu.
7. Proses pengambilan keputusan
Menurut Lemhannas (1989), ada 8 kekuatan yang mempengaruhi sistem ekonomi yang di terapkan /dipilih oleh suatu negara yaitu:
1. Falsafah dan ideologinya
2. Akumulasi ilmu pengetahuan yang dimiliki masyarakatnya
3. Nilai-nilai moral dan adat kebiasaan masyarakat nya
4. Karakteristik demografinya
5. Nilai estetika,norma norma,serta kebudayaan masyarakatnya
6. Sistem hukum nasionalnya
7. Sistem poilitiknya
8. Subsistem subsistem sosialnya
B. SISTEM-SISTEM EKONOMI
Menurut Sanusi (2000),Perbedaan antarsistem ekonomi satu dengan yang lainnya terlihat dari ciri cirinya, yaitu:
1. Kebebasan konsumen dalam memilih barang atau jasa yang dibutuhkan
2. Kebebasan masyarakat memilih lapangan kerja
3. Pengaturan pemilihan / pemakaian alat-alat produksi
4. Pemilihan usaha yang di manifestasikan dalam tanggung jawab manajer
5. Pengaturan atas keuntungan usaha yang di peroleh
6. Pengaturan motivasi usaha
7. Pembentukan harga barang konsumsi dan produksi
8. Penentuan pertumbuhan ekonomi
9. Pengendalian stabilitas ekonomi
10. Pengambilan keputusan
11. Pelaksanaan pemerataan kesejahteraan
Pada umumnya memang sistem perekonomian yang dianut oleh suatu Negara itu berbeda dengan yang dianut oleh Negara lain, tapi tetap memiliki tujuan yang sama, yaitu:
· Mencapai tingkat kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.
· Meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
· Mencapai kestabilan ekonomi dengan kesempatan kerja yang luas, sehingga tingkat pengagguran semakin diminimalkan.
· Pemerataan pendapatan di antara berbagai golongan dan lapisan.
Secara umum sistem ekonomi dalam perekonomian suatu negara dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sistem ekonomi kapitalis, sistem ekonomi sosialis, dan sistem ekonomi campuran.
1. Sistem Ekonomi Kapitalis
1. Sistem Ekonomi Kapitalis
Sistem ekonomi kapitalis adalah suatu sistem ekonomi dimana kakayaan yang produktif terutama dimiliki secara pribadi dan produksi teutama untuk dijual … adapun tujuan kepemilikan secara pribadi yakni untuk memperoleh suatu keuntungan/laba yang cukup besar dari hasil menggunakan kekayaan yang produktif.
Disebut juga sistem ekonomi pasar bebas atau sistem ekonomi laissez faire. Sistem ekonomi kapitalis adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan sepenuhnya dalam segala bidang perekonomian kepada masing-masing individu untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya.
Filsafat atau ideologi yang menjadi landasan kepada sistem ekonomi kapitalis adalah bahwa setiap unit pelaku kegiatan ekonomi diberi kebebasan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang akan memberikan keuntungan kepada dirinya, maka pada waktu yang sama masyarakat akan memperoleh keuntungan juga. Dengan demikian setiap orang bebas bersaing dengan orang lain dalam bidang ekonomi. Adam Smith dalam bukunya yang berjudul The Wealth of Nation (1776) juga menunjukkan bahwa kebebasan berusaha didorong oleh kepentingan ekonomi pribadi merupakan pendorong kuat menuju kemakmuran bangsa.
Dalam sistem ekonomi kapitalis, pemertintah tidak ikut campur tangan dan tidak pula untuk berusaha memengaruhi kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat. Tiap sumber daya yang tersedia dimiliki dan dikuasai oleh anggota masyarakat dan mereka memiliki kebebasan penuh untuk menentukan peggunaan sumber daya tersebut.
Sistem ekonomi kapitalis memiliki kelebihan dan kekurangan, yaitu :
Kelebihan :
a. Tiap individu diberi kebebasan memiliki kekayaan dan sumber daya produksi.
b. Individu juga bebas memilih lapangan pekerjaan dan bidang usaha sendiri.
c. Persaingan yang terjadi, membuat tiap individu semakin meningkatkan kreativitasnya.
Kekurangan :
a. Munculnya kesenjangan antara yang kaya dan miskin.
b. Mengakibatkan munculnya monopoli dalam masyarakat,
c. Sulit terjadi pemerataan pendapat.
2. Sistem Ekonomi Sosialis
Sistem skonomi sosialis disebut juga sistem ekonomi terpusat, karena segalanya diatur oleh pemerintah. Sistem perekonomian sosialis adalah sitem mperekonomian yang menghendaki kemakmuran masyarakat secara merata dan tidak adanya penindasan ekonomi. Untuk itu pemerintah harus ikut campur dalam perekonomian, namun bisa memberi dampak yang kurang baik pula, yaitu akan mengakibatkan potensi serta daya kreasi masyarakat menjadi mati dan tidak adanya kebebasan individu dalam melakukan kegiatan ekonomi.
Ajaran Karl Max merupakan landasan yang digunakan dalam sistem ekonomi sosialis, ia berpendapat bahwa bila kepemilikan pribadi dihapuskan maka tidak akan memunculkan masyarakat yang berkelas-kelas ehingga akan menguntungkan semua pihak. Rusia, Kuba, Korea Utara, dan negara komunis lainnya adalah negara yang menganut sistem ekoniomi sosialis.
Kelebihan :
a. Seluruh kegiatan ekonomi dikendalikan oleh pemerintah, sehingga pemerintah mudah melakukan pengawasan dalam jalannya perekonomian.
b. Tidak ada kesenjangan antara yang kaya dan miskin, karena distribusi dilakukan secara merata.
c. Pemerintah mudah ikut campur dalam pembentukan harga.
Kekurangan :
a. Dapat mematikan kreativitas dan inovasi tiap-tiap individu.
b. Tidak ada kebebasan untuk memiliki sumber daya.
Negara yang menganut sistem ekonomi sosialis sudah tidak ada lagi. Uni Soviet (sekarang Rusia) beserta negara-negara pengikutnya telah gagal dalam menjalankan prinsip sosialisme sebagai cara hidupnya baik secara ekonomi, moral, maupun sosial dan politik. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya kemampuan pemerintah pusat untuk menangani seluruh masalah yang muncul, baik di tingkat pusat maupun ditingkat daerah. Selain itu, pada kenyataannya telah terjadi banyak penyelewengan yang dilakukan oleh pemerintah.
3. Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran adalah perpaduan antara sistem ekonomi kapitalis dan sosialis. Masalah-masalah pokok ekonomi diatasi bersama oleh pemerintah dan swasta. Pada sistem ini, pemerintah melakukan pengawasan dan pengendalian dalm perekonomian, namun pihak swasta (masyarakat) masih diberi kebebasan untuk menentukan kegiatan ekonomi yang ingin mereka jalankan. Adanya campur tangan pemerintah bertujuan agar tidak terjadi monopoli dari golongan-golongan masyarakat tertentu.
Sebagian besar negara di dunia tidak ada lagi yang menggunakan salah satu dari sistem ekonomi, namun mereka melakukan kombinasi antara kedua sitem ekonomi tersebut. Contonya saja Amerika Serikat dengan sistem ekonomi kapitalisnya, meskipun distem ekonomi yang mereka tetapkan adalah sistem ekonomi kapitalis, namun pada kenyataannya masih ada ccampur tangan pemerintah, contohnya saja dalam hal pembuatan undang-undang anti monopoli.
Sistem ekonomi campuran tentunya juga memiliki kelebihan dan kekurangan, namun tidak. Akan tetapi, kelebihan dan kekurangannya tergantung kepada setiap negara dalam mengatur sistem ekonominya tersebut.
C. PERBEDAAN ANTAR SISTEM EKONOMI YANG ADA
Terdapat beberapa perbedaan yang membedakan antara sistem ekonomi kapitalis, sistem ekonomi sosialis, dan sistem ekonomi campuran.
Sistem ekonomi kapitalis :
1) Setiap orang bebas memiliki alat-alat produksi.
2) Adanya kebebasan berusaha dan kebebasan bersaing.
3) Campur tangan pemerintah dibatasi.
4) Para produsen bebas menentukan apa dan berapa yang akan diproduksikan.
5) Harga-harga dibentuk di pasar bebas.
6) Produksi dilaksanakan dengan tujuan mendapatkan laba serta semua kegiatan ekonomi didorong oleh prinsip laba.
Sistem ekonomi sosialis :
1) Semua sumber daya ekonomi dimiliki dan dikuasai oleh negara.
2) Seluruh kegiatan ekonomi harus diusahakan bersama. Semua perusahaan milik negara sehingga tidak ada perusahaan swasta.
3) Segala keputusan mengenai jumlah dan jenis barang ditentukan oleh pemerintah.
4) Harga-harga dan penyaluran barang dikendalikan oleh negara.
Sistem ekonami campuran :
Sistem ekonami campuran :
1) Sumber-sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah.
2) Pemerintah menyusun peraturan, perencanaan, dan menetapkan kebijaksanaan-kebijaksanaan di bidang ekonomi.
3) Swasta diberi kebebasan di bidang-bidang ekonomi dalam batas kebijaksanaan ekonomi yang ditetapkan pemerintah.
4) Hak milik swasta atas alat produksi diakui, asalkan penggunaannya tidak merugikan kepentingan umum.
5) Pemerintah bertanggung jawab atas jaminan sosial dan pemerataan pendapatan.
6) Jenis dan jumlah barang diproduksi ditentukan oleh mekanisme pasar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar